Make your own free website on Tripod.com
AGUS LUTFILLAH COMPANY
Home | MY PERSONAL | MESIR | AL-AZHAR UNIV | PROGRAM S1 | PROGRAM S2 | BIAYA | BEA SISWA | PROSES DAFTAR | KONTAK | LINK
AL-AZHAR UNIV

Mesir, negeri seribu menara...

SEKILAS SEJARAH AL-AZHAR
  
  Perjalanan panjang Al-azhar yang kini jelamg usia 1033 tahun perhitungan masehi atau 1065 tahun penanggalan hijriah memang menarik di simak.sejak di bangun pertama kali pada 29 jumadal ula 359 H.(970 M.) oleh panglima jauhar Ash-shiqili lalu dibuka resmi dan shalat jum'at bersama pada 7 Ramadhan 361 H., lembaga besar yang mulanya sebuah masjid ini bagai tak pernah lelah membidani kelahiran para ulama dan cendekiawan muslim. "masjid sekaligus institusi pendidikan tertua," itulah penghargaan sejarah buatnya.
  
       Kelahiran Al-azhar tak bisa dipisahkan dari peran dinasti fathimi yang kala itu dipimpin oleh khalifah mu'iz li dinillah ma'ad bin Al-mansur (319-365 H.\ 931-975 M.), khalifah keempat dari dinasti fathimiyah. Jauh sebelumnya ketika islam mulai menyebar kemesir (641 M.) dimasa khalifah umar bin khatab, pendidikan islam formal sebenarnya telah berjalan sejak berdirinya mesjid pertama di afrika.
   Sudah menjadi suatu kaedah tak tertulis bahwa peradaban islam disuatu daerah selau di kaitkan dengan peran masjid jami'(masjid negara) di kawasan tersebut.hal ini mungkin di ilhami dari kerja nyata rasul  S.A.W, ketika hijrah kemadinah, Tugas pertama yang yang beliau lakukan adalah membamgun masjid nabawi. Ini menandakan peran masjid yang tidak hanya terbatas dengan kegiatan ritual semata. Tapi lebih dari itu, mesjid adalah sentral pemerintahan islam, sarana pendidikan, mahkamah, tempat mengeluarkan fatwa, dan sebagainya.
   Hal inilah yang kemudian dilakukan oleh 'amru bin 'ash ketika menguasai wilayah mesir. atas perintah khalifah umar, panglima Amru bin 'ash mendirikan masjid pertama di afrika yang kemudian dinamakan masjid 'amru bin 'ash di kota fushtat, sekaligus menjadi pusat pemerintahan islam mesir pada waktu itu. Selanjutnya dimasa dinasti Abbasiyah, ibu kota pemerintahan ini berpindah lagi ke kota yang di sebut al-Qatha'i dan di tandai dengan pembangunan sebuah masjid bernama Ahmad bin thoulun.
   Masa demi masa berlalu, pemerintahanpun silih berganti. Tiba era daulah fathimiyah (385 H.\ 969 M.) ibu kota mesir berpindah kedaerah baru atas perintah khalifah Al-mu'iz li dinillah yang menugasi panglimanya, jauhar Ash-shiqili, untuk membangun pusat pemerintahan. Setelah melalui tahap pembangunan, daerah ini dinamai kota al-Qahirah.
  
       Sebagaimana sejarah islam  masa lalu, setiap berganti daulah selalu di tandai dengan pembangunan masjid di pusat ibu kota. Sehingga kurang setahun kemudian, beriringan dengan pembangunan kota al -Qahirah didirikan pula sebuah masjid bernama  jami'ah Al-Qahirah (meniru nama ibu kota ). Seluruhnya masih dalam penanganan panglima Jauhar Ash-shiqili.
   Pada masa khalifah Al-'aziz billah, sekeliling jami' Al-Qahirah dibangun beberapa istana yang disebut al-Qushur az-zahirah. Istana-istana ini sebagian besar berada di sebelah timur (kini sebelah barat husein), sedangkan beberapa sisanya yang kecil di sebelah barat (dekat masjid al -azhar sekarang), kedua istana dipisahkan oleh sebuah taman nan indah. keseluruhan daerah ini dikenal sengan sebutan "madinatul fathimiyin al- mulukiyah". kondisi sekitar yang begitu indah dan bercahaya ini mendorong orang menyebut  jami'al-Qahirah dengan sebutan baru, jami' Al-Azhar (berasal dari kata zahra' artinya : yang bersinar, bercahaya, berkilauan).
Para khalifah jauh -jauh hari menyadari bahwa kelanjutan al-azhar tidak lepas dari segi pendanaannya. Oleh karena itu setiap khalifah memberikan harta wakaf baik dari kantong pribadi maupun kas negara. Penggagas pertama wakaf bagi al-azhar dipelopori oleh khalifah  Al-hakim bin Amrillah, lalu diikuti oleh para khalifah berikutnya serta orang-orang kaya setempat dan seluruh dunia islam sampai saat ini -harta wakaf tersebut kabarnya pernah mencapai sepertiga dari kekayaan mesir. Dari harta wakaf inilah roda perjalanan al-azhar bisa terus berputar, termasuk memberikan bea siswa, asrama dan pengiriman utusan al-azhar  ke berbagai penjuru dunia . Dari masjid 'amru bin 'ash dan ahmad bin thoulun, perlahan poros pendidikan berpindah ke al -azhar. 
                                          
                       
 
       Al-AZHAR DI MASA PERALIHAN
      SUDAH menjadi semacam perjanjian tak tertulis, pada setiap khalifah daulah fhatimiyah selalu di adakan restorasi bangunan jami' Al-azhar. Hingga ketika gempa hebat sempat merusak al-azhar pada tahun 1303 M., sultan An-nashir yang memerintah saat itu segera merehab kembali bangunan masjid yang rusak.
Ciri spesifik pemugaran bangunan mulai nampak pada masa Qansouh Al-ghouri (1509 M.)yang merestorasi satu menara Al-azhar nan indah dengan dua puncak (Manaratul Azhar Dzatu Ar-ra'sain). Penyempurnaan jami' al-azhar kembali dilanjutkan pada periode daulah Utsmani, dengan kegiatan renofasi yang tak jauh berbeda seperti sebelumnya. Puncaknya dicapai pada masa Amir Abdurrahman Katakhda (wafat 1776 M.) dengan menambah dua buah menara, mengganti mihrab dan minbar baru, membuka lokal belajar bagi yatim piatu, membangun ruaq sebagai pemondokan mahasiswa dan pelajar asing, membuat pendopo ruang tamu, terasa tak beratap dalam masjid, dan tangki air tempat berwudhu'. singkat kata, hampir seluruh bangunan tua yang masih tersisa di masjid al-azhar kini adalah hasil karya Amir                                                       
 
 
  FASE PERALIHAN
      Seiring gelombang pasang surut sejarah , berbagai bentuk pemerintahan silih berganti memainkan perannya dilembaga tertua ini. Selain sebagai masjid, proses penyebaran paham syi'ah turut mewarnai aktivitas awal yang dilakukan dinasti fhatimi. Khususnya dipenghujung masa khalifah Al-mu'iz li dinillah ketika Qadhi  Qudhah Abul Hasan Ali bin Nu'man Al-Qairuwani mengajarkan fiqh madzhab syi'ah dari kitab mukhtasar yang merupakan pelajaran agama pertama di masjid al-azhar pada bulan Shafar 365 Hijriah (Oktober 975 M.).
Sesudah itu proses belajar terus berlanjut dengan penekanan utama pada ilmu-ilmu agama dan bahasa, walaupun tanpa mengurangi perhatian terhadap ilmu manthiq, filsafat, kedokteran, dan ilmu falak sebagai tambahan yang diikutsertakan. Namun semenjak shalahuddin Al-Ayyubi memegang pemerintahan Mesir (tahun 567 H/1171 M.), Al-azhar sempat diistirahatkan sementara waktu sambil dibentuk lembaga pendidikan alternatif guna mengikis pengaruh syi'ah. Disinilah mulai dimasukan perubahan orientasi besar-besaran dari mazdhab syi'ah ke mazdhab sunni yang berlaku hingga sekarang. .
                               
 
                                    FASE REFORMASI
                                                                                                PEMBAHARUAN administrasi pertama al-azhar dimulai pada masa pemerintahan sultan Ad-Dhahir Barquq (784 H. / 1382 M.) dimana ia mengangkat sultan Bahadir At-Thawasyi sebagai direktur pertama, ini terjadi dalam masa kekuasaan Mamalik si Mesir. Upaya ini merupakan usaha awal untuk menjadikan Al-azhar sebagai yayasan keagamaan yang mengikuti pemerintah .
Sistim ini terus berjalan hingga pemerintahan Utsmani menguasai Mesir di penghujung abad 11 H. Ditandai dengan pengangkataan "Syaikh Umumy" yang digelar dengan Syaikh Al-Azhar sebagai figur yang mengatur berbagai keperluan pendidikan, pengajaran, keuangan, fatwa, hukum, termasuk tempat mengadukan segala persoalan. pada fase ini terpilih syaikh Muhammad Al-khurasyi (1010-1101) H.) sebagai syaikh Al-azhar pertama. Secara keseluruhan ada 40 syaikh yang telah memimpin Al-azhar selama 43 periode, hingga kini dipegang oleh mantan mufti, Syaikh Muhammad Thantawi.
Masa keemasan Al-azhar terjadi pada abad 9 H.(15 M.) banyak ilmuan dan ulama islam bermunculan di Al-azhar saat itu, seperti ibnu Khaldun, Al-farisi , As-suyuti, Al-'Aini, Al-Khawi, Abdul Latif AL-bagdadi, Ibnu Khalikqan, Al-Maqrizi dan lainnya yang telah mewariskan banyak ensiklopedi arab.
 
Iklim  kemunduran kembali hadir ketika dinasti Utsmani berkuasa di Mesir  (1517-1798 M.) Al-azhar mulai kurang berfungsi disertai kepulangan para ulama dan mahasiswa yang berangsur-angsur meninggalkan cairo. meski begitu tambahan berbagai bangunan tetap diupayakan atas prakarsa amir-amir Utsmani dan kaum muslimin sedunia.
Kepemimpinan Muhammad Ali Pasha di Mesir pada tahap selanjutnya telah membentuk sistem pendidikan yang paralel  tapi terpisah, yaitu pendidikan tradisional dan pendidikan modern sekuler. Ia juga berusaha menciutkan peranan Al-azhar sebagai lembaga yang berpengaruh sepanjang sejarah, antara lain dengan menguasai badan waqaf Al-azhar yang merupakan urat nadinya. seterusnya, pada masa pemerintahan Khedive Ismail Pasha (1863- 1874) mulai diusahakan reorganisasi pendidikan, dan dari sinilah pendidikan tradisional mulai bersaing dengan pendidikan modern sekuler. Serangan terhadap pendidikan tradisional sering tampak dari usaha yang menginginkan perbaikan Al-azhar sebagai pusat pendidikan islam terpenting.
Sejak awal abad 19, sistim pendidikan barat mulai diterapkan di sekolah-sekolah Mesir. Sementara Al-azhar masih saja menggunakan sistim tradisional. dari sini mulai muncul suara pembaharuan .
Diantara pembaharuan yang menonjol adalah dicantumkannya sistem ujian untuk mendapatkan ijazah al-'alamiyah (kesarjanaan) Al-azhar pada februari 1872. juga pada tahun 1896, buat pertama kali dibentuk Idarah Al-azhar (dewan administrasi). Usaha pertama dari dewan ini adalah mengeluarkan peraturan yang membagi masa belajar di Al-azhar menjadi dua periode: pendidikan dasar 8 tahun serta pendidikan menengah dan tinggi 12 tahun, kurikulum Al-azhar ikut diklasifikasikan dalam dua kelas: Al-'ulum al-manqulah (bidang studi agama)dan al-'ulum al-ma'qulah(studi umum).
Menyebut pembaharuan di Al-azhar, kita perlu mengingat Muhammad Abduh (1849-1905). Ia mengusulkan perbaikan sistem pendidikan Al-azhar dengan memasukan ilmu-ilmu modern kedalam kurikulumnya. Gagasan terssebut mulanya kurang disepakati oleh syaikh Muhammad Al-Anbabi. Baru ketika syaikh An-Nawawi memimpin Al-azhar, ide Muhammad Abduh bisa berpengaruh , berangsur-angsur mulai diadakan pengaturan masa libur dan masa belajar. Uraian pelajaran yang bertele-tele yang dikenal syarah al- hawasyi disederhanakan. Sementara itu kurikulum modern seperti fisika, ilmu pasti, filsafat, sosiologi, dan sejarah. telah menerobos Al-azhar, berbarengan dengan ini pula di renovasi ruaq Al-azhar sebagai pemondokan bagi guru dan maha siswa.
                        
                       
   AL-AZHAR KINI
    
         Pada abad  XXI ini, Al-Azhar mulai memandang perlunya mempelajari sistem penelitian yang dilakukan universitas di barat, dan mengirim alumni terbaiknya untuk belajar ke eropa dan amerika. tujuan pengiriman itu adalah untuk mengikuti perkembangan ilmiyah di tingkat international sekaligus upaya perbandingan dan pengukuhan  pemahaman islam yang benar. Cukup banyak duta Al-Azhar yang berhasil yang berhasil meraih gelar Ph.D dari universitas luar tersebut, diantaranya adalah syaikh DR. Abdul Halim Mahmud, syaikh DR. Muhammad AL-bahy, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sebelumnya, pada tahun 1930, keluar undang-undang nomor 49 yang mengatur Al-azhar mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi dan membagi universitas Al-azhar menjadi  3 fakultas,yaitu : Syari'ah,  ushuluddin, dan bahasa arab.
Fakultas induk Ayari'ah wal Qanun (hukum international) di cairo merupakan bangunan pertama yang berdiri pada tahun 1930. semula bernama fakultas Syari'ah , lalu pada tahun 1961 dirubah menjadi nama seperti sekarang. Fakultas induk ushuluddin dan bahasa arab di cairo juga didirikan pada tahun 1930, penjurusannya diatur kembali pada tahun 1961. fakultas Da'wah islamiyah didirikan dengan keputusan presiden (keppres) nomor 380 tahun 1978 yang  di keluarkan pada 16 Ramadhan 1398 H. bertepatan dengan 20 agustus 1978). Fakultas Dirasat islamiyah wal Arabiyah memulai kuliahnya tahun 1965 sebagai salah satu jurusan dari faklultas Syari'ah. pada tahun 1972 keluar keppres  nomor 7 yang menjadikan fakultas ini sebagai lembaga tersendiri dengan nama (Ma'had Dirasat Al-islamiyah wal Arabiyah  (Institute of  Islamic and Arabic Studies ). Namun, pada 1976 keluar keppres No: 299 yang kembali menjadikan institut ini sebagai fakultas tersendiri, dengan jurusan :Ushuluddin, Syari'ah islamiyah, Bahasa arab dan Sastra arab.
Angin pembaharuan kembali berhembus di Al-azhar pada 5 Mei 1961 dimasa kepemimpinan syaikh Mahmud Syaltout. Peran Syaikh Al-azhar di ciutkan menjadi jembatan simbolis sehingga kurang mempunyai pengaruh langsung terhadap lembaga pendidikan yang berada di bawah pimpinanya. Undang-undang revolusi Mesir no:103 tahun 1961. undang-undang ini memberikan kemungkinan besar perubahan srtukturil pendidikan di Al-azhar, sehingga di antaranya membolehkan lulusan SD atau SMP Al-azhar untuk melanjutkan studinya ke SMP atau SMA milik departemaen pendidikan, atau sebaliknya. dalam ruang lingkup pendidikan tinggi, disamping fakultas-fakultas keislaman, ditambahkan lagi fakultas baru seperti: Tarbiyah, Kedokteran, Perdagangan, / ekonomi, sains, pertanian, teknik, farmasi, dan sebagainya. Juga dibangun khusus fakultas untuk mahasiswi (kuliyatul banat) dengan berbagai jurusan.
     Al-azhar mempunyai 3 rumah sakit universitas: Husain hospital, Zahra' hosppital ,dan Bab El-Syari'ah  Hospital. Sementara itu, Nasser Islamic Mission City  untuk orang asing dibuka pada bulan september 1959.
Universitas (jami'ah ) Al-azhar hanyalah sala satu lembaga resmi yang dimiliki Al-azhar, masih ada lembaga lain yang sempat terbentuk, seperti:
  lembaga pendidikan dasar dan menengah (Al-Ma'ahid Al-Azhariyah)
  Biro kebudayaan dan missi islam (Idarah Ast-Tsaqafah wal Bu'uts al-islamiyah)
  Majlis tinggi Al-azhar (Majlis Al-a'la lil azhar )
  Lembaga riset islam (Majma' Al-buhuts Al-islamiyah).
  Hai'ah Ighatsah Al-islamiyah
Sejak mula berdirinya, studi di Al-azhar selalu terbuka untuk semua pelajar dari seluruh dunia, Hingga kini Universitas Al-azhar memiliki lebih dari 50 fakultas yang tersebar di seluruh pelosok Mesir. itulah potret Al-azhar yang tetap tegar dalam kurun usia senja.
                              
                                   JAMI'AH  AL-AZHAR
   
     Sebagai universitas modern, Al-azhar turut membuka model kuliah yang di klasifikasikan dalam dua kelompok fakultas :'Ilmi (sains)dan Adabi (agama)
1.FAKULTAS AGAMA
Untuk fakultas -fakultas Adabi (agama), jenjang studi yang dibuka meliputi:
 a. Under Graduate (kulliyah atau S1 )
 b. Post Graduate (Dirasah 'Ulya atau S2 dan S3)
Masa pendidikan resmi program Under Graduate (S1) selama 4 tahun (kecuali Fakultas Syari'ah jurusan Syari'ah wal Qonun menempuh masa 5 tahun). Sedangkan program Magister (S2) hanya menjalani study hanya dua tahun saja, dan dilanjutkan dengan penulisan Tesis secara terpisah. Proses penerimaan mahasiswa program S2 di Al-Azhar dilakukan melalui test hafalan Al-Qur'an 8 juz, sehingga kesempatan lebih terbuka, tanpa membedakan nilai akhir mahasiswa lulusan S1 (Lc.) Untuk pencapain gelar Doctor (S3), cukup dengan mengajukan desertasi.        Pada tahapan program Under Graduate (S1), sistem yang diterapkan memang agak ketat. Agar bisa melanjutkan ke tingkat study berikutnya, mahasiswa harus menyelesaikan seluruh mata kuliah pada setiap tingkat, dan diperbolehkan memiliki maksimal dua sisa mata kuliah pada tingkat sebelumnya. Sementara bagi yang memiliki sisa mata kuliah lebih dari dua, terpaksa mengulang setahun lagi pada tingkat yang sama, khusus menyelesaikan mata kuliah yang tertinggal. Kecuali tingkat IV, mahasiswa diberi kesempatan ikut ujian tashfiyyah bagi yang tersisa dua mata kuliah. Jika pada ujian fase ini juga belum tuntas, maka diharuskan mengulang setahun lagi khusus dua atau satu mata kuliah sisa tersebut. Kesempatan mengulang study (i'adah) pada tingkat I dan II cuma diberikan dua kali (2 tahun) andai pada tahun ketiga belum lulus hingga batas maksimal, maka mahasiswa akan dikeluarkan (mafshul). Begitu pula untuk tingkat III, ada jatah "bernafas" 4 tahun.
     Diantara dispensasi yang diberikan A-Azhar terhadap fakultas keislaman ini ialah "bebas biaya pendidikan" alias gratis. Mahasiswa hanya perlu beli buku atau diktat kuliah (muqorror) yang ditebitkan A-Azhar dan sedikit biaya administrasi pembuatan kartu Mahasiswa.
      Adapun rincian fakultas-fakultas agama atau Adabi untuk putra yang terdapat di Cairo ada lima:
1. Fakultas Syari'ah Wal Qonun
    Penjurusannya dimulai sejak tingkat I:
   Jurusan syari'ah islamiyyah
   Jurusan syaria'h wal qonun (studi 5 tahun
2. Fakultas Ushuluddin
  Penjurusannya dimulai pada tingkat III, meliputi:
  Jurusan Tafsir dan 'Ulumul Qur'an
  Jurusan Hadits dan 'Ulumul Hadits
  Jurusan Aqidah dan Filsafat
  Jurusan Da'wah dan Tsaqafah Islamiyyah
3. Fakultas Lughah Al-Arabiyyah
  Penjurusannya dimulai sejak tingakat I, yaitu:
 Jurusan Lughah arabiyyah dan adab (umum)
 Jurusan Tarikh wal hadarah
 Jurusan Shahafah wal i'lam (publistik)
4. Fakultas Dirasat Islamiyyah wal 'Arabiyyah
 Hanya membuka jurusan umum saja
5. Fakultas Dakwah Islamiyyah
 hanya ada jurusan umum, kini menerima mahasiswa mesir dan negara-  negara arab. Kampusnya yang baru kini menyatu didalam komplek   
 
fakultas-fakultas 'ilmi A-Azhar.
       Sedangkan fakultas agama di kuliyatul banat kairo hanya membuka satu fakultas, dengan model penjurusan yang agak berbeda dari kelompok putra, yaitu fakultas dirasat islamiyyah wal'arabiyyah
Cabang (syu'bah) dari fakultas ini adalah:
1. Syu'bah syari'ah
    Dengan jurusan syari'ah islamiyyah dan syari'ah wal qonun
2. Syu'bah Ushuluddin
    Penjurusannya dimulai pada tingkat III, meliputi:
  Jurusan Tafsir dan 'ulumul Qur'an
  Jurusan Hadits dan 'ulumul Hadits
  Jurusan Aqidah dan filsafat
3. Syu'bah lughah al 'arabiyyah
   Hanya ada jurusan lughah arabiyyah dan adab
 FAKULTAS UMUM
       Secara umum masih memiliki sistem pendidikan serupa fakultas-fakultas adabiy. Perbedaanya sedikit tampak pada cara ujian, dimana kebanyakan fakultas 'ilmi tetap membuka peluang ikut ujian daur tsani pada setiap tingkat. Perbadaan menonjol lainnya berupa kewajiban melunasi biaya pendidikan yang cukup tinggi, terutama bagi mahasiswa asing:
Adapun perincian fakultas umum untuk putra di Cairo:
1. Fakultas Kedokteran
      Gelar "Bachelor" diberikan setelah menempuh masa study 6       tahun, diikuti masa praktik/pelatihan setahun
 
2. Fakultas Perdagangan
    Gelar "Bachelor" diberikan setelah menempuh masa study 4 tahun. Penjurusannya dimulai tingkat III:
Idarah a'mal wal muhasabah (management)
Ihsha' (akuntansi)
Iqtishad (ekonomi)
Khusus jurusan idarah a'mal wal muhasabah, ketika tingkat IV akan dipisah jadi 2 jurusan tersendiri
 
3. Fakultas Farmasi
Gelar "Bachelor" akan diberikan setelah menempuh masa study 4 tahun, diawali dengan setahun masa persiapan sebelum masuk kuliah
 
4. Fakultas Kedokteran Gigi
Gelar "Bachelor" akan diberikan setelah menempuh masa study 4 tahun, diawali dengan setahun masa persiapan sebelum masuk kuliah dan setahun masa praktek setelah kuliah
 
5. Fakultas Pertanian
Gelar "Bachelor" akan diberikan setelah menempuh masa study 4 tahun. Penjurusannya mulai tingkat III:
Jurusan umum
Pembasmi Hama (pestisida)
Persusuan
Ekonomi Pertanian
Perkebunan
Produksi Hewan
Pengadaan Pangan
Penyuluh Pertanian
Genetika
Agronomi
Serangga Produktif
Agrologi
Tehnik Pertanian
Produksi Pertanian
Penyakit Tumbuh-tumbuhan
Hewan Pertanian dan Hematoda
Produksi Ikan
 
6. Fakultas Tehnik
Gelar "Bachelor akan diberikan setelah menempuh masa study 5 tahun, diawali dengan setahun masa persiapan sebelum kuliah. Penjurusannya mulai tingkat I, yaitu:
Tehik Sipil
Tehnik Rancang Bangun
Tehnik Mesin
Tehik Arsitek
Sistem Tehnik dan Akuntansi
Tehnik Pertambangan dan Perminyakan
Tehnik Electro
 
7. Fakultas Bahasa dan Terjemah (sastra)
Gelar "License" dianugerahkan setelah masa study 4 tahun. Penjurusannya dimulai sejak tingkat I, yaitu:
Bahasa dan sastra Inggris
Terjemah langsung dengan bahasa Inggris (diawali masa pengenalan satu tahun)
Study Islam dengan bahasa Inggris (diawali masa pengenalan satu tahun)
Study Islam dengan bahasa Perancis (diawali masa pengenalan satu tahun)
Study Islam dengan bahasa Jerman (diawali masa pengenalan satu tahun
Bahasa dab sastra Spanyol
Bahasa dan sastra Ibrani
Bahasa dan sastra Turki
Bahasa Urdu
Bahasa dan sastra Prancis
Bahasa dan sastra Jerman
Bahasa dan sastra Parsi
Bahasa dan sastra Afrika
Bahasa Eropa Lama
 
8. Fakultas Ilmu Pasti (Sains)
Gelar "Bachelor" akan dianugerahkan setelah menempuh study 4 tahun, dan penjurusannya dimulai sejak tingkat I, meliputi:
Kimia
Fisika
Biologi botani
Mikrobiologi
Zoologi
Matematika
Fisiologi
Khusus jurusan Mikrobiologi dan Fisiologi, masa studinya diperpanjang setahun pada Fakultas Kedokteran
 
9. Fakultas Tarbiyah
Gelar "License" akan diberikan setelah menempuh study 4 tahun di bidang adab dan tarbiyah. Penjurusannya dimulai sejak tingkat I, yaitu:
Study Islam
Study Arab
Study Inggris
Bahasa Perancis
Geografi
Sejarah
Perpustakaan, informasi, dan tekhnologi (informatika)
Pendidikan
Bidang penyuluhan kemasyarakatan
Gelar "Bachelor" juga akan diberikan setelah menempuh study di bidang ulum dan tarbiyah dengan jurusan-jurusan:
Fisika
Kimia
Ilmu pengetahuan Alam
Matematika
Pendidikan olahraga
Pendidikan seni lukis (Art)
Kurikulum Al-Azhar
Menelusuri minat utama mahasiswa aing yang kebanyakan ingin mendalami ilmu-ilmu keislaman dan arab di universitas Al-azhar, maka sebagai perbandingan ikut dipaparkan daftar mata kuliah, khususnya program S1 fakultas-fakultas adabiy (agama)
         Secara umum, mata kuliah yang akan diberikan untuk putra dan putri bisa disimpulkan sama, walau sistem penjurusannya agak berbeda. Mengenai kurikulum pendidikan ini jarang terjadi perubahan besar. Khusus Al-Qur'an, mahasiswa  asing (non arab) diwajibkan menghapal dua juz setiap tingkat( dalam 1 tahun) , begitu pula program pasca sarjana. Otomatis, setelah mendapatkan gelar Lc. Minimal sudah melewati hafalan Qur'an 8 juz. Tentang ketentuan hafalan masih terbuka kemungkinan adanya perubahan atau penambahan dimasa mendatang.
      Sedangkan untuk program S2 (magister) umumnya dibebani 8 mata kuliah (madah) pada tahun satu dan dua (tamhidi), yang merupakan pengembangan dan spesialisasi (takhassus) dari apa yang telah dipelajari semenjak program S1. hafalan Al-Qur'an pun ikut bertambah 2 juz setiap tahun , meneruskan hafalan ketika study sarjana. Sistem ujiannya ada dua gelombang (gelombang mei dan agustus).